Selasa, 09 Juni 2015

TEMU LAPANG KAKAO DI SUNGAILEMBU

Sungailembu salah satu Perkebunan penghasil Kakao di lingkungan PT Perkebunan Nusantara XII, ketempatan Temu Lapang budidaya Kakao pada tanggal 5 Juni 2015, Semua Wakil Manajer dan Assisten Tanaman se Wilayah I yang mempunyai budidaya Kakao datang ke kebun Sungailembu  disertai Staf Wilayah dan Staf Tanaman kantor Direksi untuk berdiskusi perihal penggunaan Pupuk daun Biorin dan pupuk kandang yang diperkaya Promi, Acara dipimpin langsung oleh Manajer Wilayah I Bapak Ir Sutrisno dan didampingi oleh Manajer Kebun Sungailembu Bapak Herry Nurtjahjo SP.
Peserta temu lapang langsung diajak ketempat pembuatan Biorin oleh Manajer Kebun Sungailembu, dimana peserta langsung ditunjukkan cara mengambil urin sapi sampai cara pembuatan Biorin dan uniknya pembuatan Biorin bisa fleksibel menyesuaikan kebutuhan hara yang dibutuhkan tanaman, semisal di kebun Kakao dalam merangsang pembuahan senang menggunakan merk pupuk daun tertentu kita tinggal melihat kandungan unsur yang dipakai (biasanya tertera dilabelnya) dan saat membuat Biorin kita tambahakan unsur tersebut dan hasilnya tidak kalah dengan pupuk pabrikan karena didalam Biorin kandungan unsur mikronya lebih lengkap

 Peserta diskusi ditengah kebun kakao

 Acara diskusi di tengah kebun

Salah satu Astan menekap kolven mencari serangan PBK

GAMBAR PEMBUATAN BIORIN
1.   Tahap Pembuatan

                                        
Memasukkan urin sapi sebanyak 20 Liter ke dalam drum                                                
                                                                     

    
Mencampurkan bahan –bahan antara lain : Dekomposer (EM 4) 200 ml, Rock Phosphat 200 gram, dan Tetes tebu 200 ml
 
                                                                                                 
                                  
 Dilakukan fermentasi selama 2 – 4 minggu    

                                  
 Pengadukan dengan kayu sekali dalam sehari


                                                                               
Produk Biorin siap aplikasi
 
Hasil Analisa kandungan unsur hara pada Biorin Laboratorium Penguji Puslitkoka Jember
No.
Macam Analisa
Satuan
Hasil
Metode Analisa
1
Nitrogen (N)
%
0.08
Kjehdahl
2
Karbon ©
%
0.19
Walkley & Black, Spektrofotometri
3
Fosfor (P)
ppm
95
Destruksi asam kuat, Spektrofotometri
4
Kalium (K)
%
0.69
Destruksi asam kuat, FAAS
5
Magnesium (Mg)
ppm
131
Destruksi asam kuat, FAAS
6
Kalsium (Ca)
ppm
236
Destruksi asam kuat, FAAS
7
Belerang (S)
ppm
41
Destruksi asam kuat, Spektrofotometri
8
Besi (Fe)
ppm
32
Destruksi asam kuat, FAAS
9
Tembaga (Cu)
ppm
2
Destruksi asam kuat, FAAS
10
Seng (Zn)
ppm
2
Destruksi asam kuat, FAAS
11
Mangan (Mn)
ppm
1
Destruksi asam kuat, Spektrofotometri
12
pH
 -
7.5
pH meter


Penggunaan pupuk daun Biorin di Kebun Sungailembu dilaksanakan pada mulai bulan Maret 2015. Pada masa ini merupakan waktu yang tepat di mana kondisi tanaman kakao dalam fase generatif sebagai persiapan panen Voor Oogst sehingga bunga dan buah membutuhkan nutrisi sebagai asupan untuk menopang perkembangannya. Kebun Sungailembu sejak saat itu tidak pernah lagi mengajukan AU-31 permintaan bahan pupuk daun Pabrikan, 100% kebutuhan pupuk daun dicukupi sendiri dengan membuat Biorin. Kebutuhan pupuk daun Biorin pada tanaman Kakao 370 liter/hari sehingga setiap hari harus membuat minimal 400 liter dengan cara pembuatan di pusatkan di satu Afdeling yaitu Afdeling Sungailembu dan Afdeling lain pengguna menukar pupuk daun Biorin jadi dengan urin yang masih mentah artinya bagi Afdeling yang hari itu membutuhkan Biorin 60 liter untuk aplikasi di kebunnya, harus membawa 60 liter urin sapi  mentah yang akan diproses oleh Afdeling Sungailembu
            Hasil pengamatan dilakukan melalui tahapan kondisi tanaman kakao tidak diaplikasikan Biorin (sebagai kontrol), dan aplikasi Biorin dengan konsentrasi 5 % pada tanaman kakao, Adapun hasil pengamatan sebagai berikut :

Hasil Pengamatan tanaman Kakao setelah diaplikasi Biorin konsentrasi 5%
  1. Daun      : Daun flush lebih cepat menjadi semuruh dan tua, warna daun hijau cerah dan lebih lebar.
  2. Bunga    : Munculnya bunga lebih serempak dan cenderung merata.
  3. Buah      : Munculnya pentil lebih serempak  dan cenderung merata, jumlah buah rata - rata per pohon = 25 buah (ukuran 5 - 16 cm).
 Hasil Pengamatan pohon kontrol tanpa aplikasi Biorin
  1.   Daun :  flush lebih lama menjadi semuruh dan tua, warna daun hijau kurang cerah dan lebih sempit
  2.  Bunga : Munculnya bunga kurang serempak dan cenderung kurang merata
  3.  Buah  : Munculnya pentil kurang serempak, jumlah buah rata - rata per pohon= 3 buah (ukuran 5 - 16 cm
 
Dari hasil pengamatan di atas menunjukkan bahwa apliaksi Biorin mampu membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman kakao baik fase vegetatif maupun fase generatif. Hal ini ditunjukkan dengan percepatan dau flush menjadi lebih cepat menjadi semuruh dan tua, membantu kemunculan bunga dan pentil lebih serempak serta menopang jumlah buah per pohon.
            Secara biaya penggunaan Biorin juga menunjukkan efisiensi yang cukup siginifikan dibandingkan jika menggunakan pupuk daun kimia pabrikan. Berikut hasil analisa biaya Biorin dibandingkan PDC dan PDS:
Analisa Biaya Pembuatan Biorin









No.
Jenis Bahan
Harga per Kg / Ltr
Kebutuhan per Ha
Harga per Ha



(Rp)
(Kg / Ltr)
(Rp)

1
Biorin





 - EM 4
18500
0.19
3515


 - Guano
790
0.19
150.1


 - Tetes Tebu
8750
0.19
1662.5


 - Drum Bekas (200 Liter)
750
0.19
142.5


Jumlah
28790
0.76
5470.1

2
PDC (Greener)
50,000
0.3
15000

3
PDS (Gandasil D)
50,000
0.3
15000

4
PDS (Gandasil B)
55,000
0.3
16500







Keterangan : - Pemakaian tenaga per Ha Baik Biorin maupun PDC / PDS diasumsikan sama

           -  Kandungan unsur dalam Biorin lebih lengkap dibandingkan PDC / PDS


           -  Konsentrasi aplikasi Biorin 5 %














            Dari tabel di atas menunjukkan bahwa penggunaan Biorin dapat menghemat biaya penggunaan bahan pupuk daun per hektar sebesar Rp 9.529,9 sehingga efisiensi yang dilakukan oleh Kebun Sungailembu dengan luas area total 440 hektar terdiri dari TM Kakao Bulk 414 hektar dan TM Kakao Edel 26 hektar sebesar Rp 4.193.156,- (dalam 1 rotasi aplikasi). Jika rotasi aplikasi pupuk daun sebanyak 24 kali dalam setahun maka efisiensi biaya yang berhasil dibukukan oleh Kebun Sungailembu sebesar
 Rp 100.635.744,-. Untuk itu Kebun Sungailembu tidak pernah mengajukan pengadaan pupuk daun Pabrikan lagi dengan pengajuan AU-31 ke kantor Direksi karena kebutuhan pupuk daun bisa dicukupi sendiri

PEMBUATAN PUPUK KANDANG YANG DIPERKAYA PROMI
Promi merupakan aktivator pembuat kompos yang mengandung mikroba Trichoderma harzianium DT38, Trichoderma  Pseudokoningii, Aspergilus sp, dan fungsi pelapuk putih mampu mempercepat pengomposan, memacu pertumbuhan, dan meningkatkan hasil, melarutkan P terikat dalam tanah, dan mampu mengendalikan penyakit tanaman.
Cara pembuatan:
  1. 1 kg Promi  dilarutkan dalam air 200 - 250  liter air bisa digunakan untuk campuran pupuk kandang dan serbuk gergaji sekitar 1 ton
  2. Bahan pupuk kandang sapi dan serbuk gergaji diletakkan pada lubang ukuran 2 x 2 x1,5 m dengan cara berlapis dimana pada lapisan ke 1 diletakkan pupuk kandang dan lapisan ke 2 serbuk gergaji dan lapisan ke 3 pupuk kandang demikian seterusnya
  3. Kemudian disiramkan pada masing-masing lapisan dimana lapisan ke 1 disiram dengan promi tanpa harus membolak-balikkan bahan tetapi dipadatkan dengan diinjak-injak dilanjutkan lapisan ke 2 dan seterusnya
  4. Langkah selanjutnya ditutup dengan plastik rapat-rapat
  5. Proses fermentasi berlangsung 3-4 minggu dengan ciri-ciri jika suhu sudah mulai panas maka bahan sudah matang dan dapat digunakan sebagai stater
Bahan stater dapat dicampurkan pada pupuk kandang yang belum diperkaya promi dengan perbandingan 1:10 dan dalam aplikasi dilapangan per pohon cukup diberi 2-5 kg/phn baik tanaman karet maupun kakao dan diletakkan pada gandungan


PENGENDALIAN PBK DI KEBUN SUNGAILEMBU
PBK - Penggerek buah kakao atau yang nama latinnya Conopomorpha cramerella Snellen ini sangat merugikan. Serangannya dapat merusak hampir semua hasil. Penggerek Buah Kakao dapat menyerang buah sebesar 3 cm, tetapi umumnya lebih menyukai yang berukuran sekitar 8 cm. Ulatnya merusak dengan cara menggerek buah, memakan kulit buah, daging buah dan saluran ke biji.

Pelaksanaan pengendalian  di kebun Sungailembu dilakukan beberapa tahapan yaitu :
Perlakuan Bulan Oktober 2014  sd Januari 2015
  1. Panen kakao dengan rotasi 3 hari sekali
  2. Pembenaman kulit kakao dalam-dalam tinggi urukan tanah minimal 30 cm
  3. Perlakuan pada buah terserang PBK dimasukkan dalam karung zak dan diikat rapat-rapat dan dibiarkan selama 5 hari, setelah itu baru dibuka dan disemprot insektisida dan hari ke 6 ditekap, fermentasi selanjutnya di pabrik cukup 2 hari saja
Dari ketiga cara itu dilakukan selama 4 bulan dan hasilnya kurang memuaskan karena setelah diamati buah terserang masih 100% pada setiap panen dilakukan pengamatan setiap buah yang di tekap sudah ada serangan PBK (Pengamatan bersama Manajer Wilayah I tanggal 29 Januari 2015) sehingga diputuskan untuk memutus siklus perkembang biakan PBK dengan perampasan buah ukuran 3 - 21 secara serempak dalam kurun waktu 4 hari dengan mengorbankan produksi sekitar 2% dari target setahun (pelaksanaan perampasan tanggal 30 Januari dan selesai 3 Februari 2015),  perlakuan ini dipadukan  dengan pemangkasan yang tidak disukai untuk hidupnya hama PBK. Pemangkasan kakao dapat dilakukan sebagai salah satu pengendalian hama. Mengapa? Karena, selain untuk mengatur tajuk tanaman dan meningkatkan produksi, dengan memangkas tajuk tanaman, otomatis kanopi nya tidak terlalu rindang. Kondisi kanopi yang rindang sangat kondusif bagi pertumbuhan hama PBK. Salah satu kelemahan hama PBK adalah tidak menyukai sinar matahari langsung, sehingga bila dilakukan pemangkasan yang sering dan teratur akan dapat menekan populasi karena pendistribusian sinar matahari pada bagian tanaman maupun areal kebun menjadi merata.
    Hasil dari perlakuan terakhir cukup efektif walaupun sempat tidak ada panen buah selama 3-4 bulan yang tadinya  panen mutu super  hanya rata-rata 40-60%  setelah ada panen mulai bulan Mei mutu super menjadi  > 86 %

     Hasil produksi setelah perlakuan rampasan buah serangan PBK sangat kecil




     


    2 komentar:

    1. Terobosan mantaap, terbukt efektif efisien, tinggal perluasan produk untuk lebih dikenal...good luck

      BalasHapus
    2. Bolehkah kakao di semprot dengan gandasil b

      BalasHapus