Jumat, 01 Mei 2015

EDUKASI WISATA PERKEBUNAN

Sungailembu nama ini jarang dikenal oleh masyarakat secara luas Sungailembu adalah nama dari suatu kebun yang menjadi bagian dari PT Perkebunan Nusantara XII, yang terletak disebelah selatan kota Banyuwangi yaitu di desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran, Perkebuanan Sungailembu mengelola aneka jenis tanaman Perkebunan yaitu Kakao dan Karet serta tanaman kayu Sengon laut yang sering disebut dengan kayu "Albasia".
Sejak Januari tahun 2015 Sungailembu telah mencanangkan "Wisata Agro Sungailembu" sehingga masyarakat dengan mudah bisa berkunjung ke perkebunan Sungailembu untuk beristirahat menikmati susana kebun ataupun melihat dari dekat bagaimana kehidupan masyarakat perkebunan.

Jenuh dengan suasana kota yang bising dan polusi? saatnya anda berlibur diperkebunan yang banyak ditumbuhi pepohonan yang asri dan alami terutama tanaman perkebunan baik karet, kakao dan kelapa penghasil Gula Merah, cukup membayar Rp 25.000,-/orang anda bisa melihat proses produksi dari tanaman karet mulai dari penyadapan sampai dengan pengolahan menjadi karet RSS (Rubber Smoke Sheet) dan anda mendapatkan fasilitan coffe break dan kue tradisional diarea kantin "Albasia" Sungailembu

Budidaya Karet

 Bu Titin Staf Tanaman Kantor Direksi mencoba mempraktekkan sadap karet

 
Pengolahan lateks menjadi SLAB

Penggilingan SLAB menjadi sheet

 Pengangkutan Sheet ke ruang pengasapan menggunakan kereta dan Lift

Budidaya Kakao
Proses panen  kakao mulai dari pengumpulan biji-biji kakao dikebun sampai dengan proses fermentasi dan penjemuran hingga biji siap export

 
Buah Kakao Voor Ogst siap panen bulan Mei dan Juni 2015

 
Biji Kakao dalam pengeringan Cocoa Dryer

Pengolahan Gula Kelapa 
Penyadapan pohon kelapa serta pengumpulan nira serta proses pemasakan nira menjadi  gula merah secara tradisional tanpa bahan pengawet dan ramah lingkungan,

Proses pengolahan Nira menjadi Gula Kelapa

 Batik Tulis
Anda juga bisa melihat kegiatan ibu-ibu perkebunan yang mempunyai ketrampilan membatik dengan urutan kerja sebagai berikut:

Tahapan mencanting
  • Membuat Pola : Pola dibuat dengan pensil. Pola bisa berupa gambar-gambar yang langsung bisa dicanting, namun bisa juga berupa garis geometris (misalnya untuk motif kawung, maka yang dibuat hanya garis-garis kotak-kotaknya saja). Dalam membuat pola, gambar bisa langsung digambarkan pada kain atau di-blad (menggambar dari pola yang ada di sebalik kain).
  • Membatik Kerangka :  Dari pola yang sudah dibuat dengan pensil tadi, pembatik membuat kerangka dengan menggunakan malam cair. Canting yang dipergunakan adalah canting cucuk sedang atau canting klowongan. Mori yang sudah dibatik seluruhnya akan memunculkan gambar berupa kerangka, disebut juga sebagai “klowongan”.
  • Ngisen-ngiseni :  Ngisen-iseni berasal dari kata “isi”, yaitu memberi isi atau mengisi “klowongan” tadi. Ngisen-iseni dengan mempergunakan canting cucuk kecil yang disebut sebagai canting isen. Aktivitas selanjutnya adalah “nyeceki”. “Nyeceki” mempergunakan canting cecekan, hasilnya bernama “cecekan”. Batikan yang lengkap dengan isen-isen disebut sebagai “reng-rengan”. Karena namanya “reng-rengan”, maka aktivitas membatik dalam memberikan isen-isen sejak awal hingga akhir disebut sebagai “ngengreng”. Setelah “ngengreng” selesai, keseluruhan motif yang dikehendaki bisa terlihat. Hal ini merupakan penyelesaian yang pertama.
  • Nerusi :  “Nerusi” berasal dari kata meneruskan. Fungsinya untuk mempertebal dan memperjelas tembusan batikan pertama. Aktivitas ini merupakan penyelesaian yang kedua. Batikan berupa “ngengrengan” dibalik permukaannya. Permukaan di sebaliknya kain ini kemudian dicanting. Sebenarnya aktivitas ini tidak berbeda dengan “membatik kerangka”, hanya saja dilakukan di sebaliknya kain yang sudah dicanting. Canting-canting yang dipergunakan sama dengan canting untuk ngengreng.
  • Nembok :  Sebuah batikan tidak seluruhnya diberi warna, atau akan diberi warna yang bermacam-macam pada waktu penyelesaian menjadi kain. Karena itu, bagian-bagian yang tidak akan diberi warna (atau akan diberi warna sesudah bagian yang lain) harus ditutup dengan malam. Cara menutupnya seperti cara membatik bagian lain dengan mempergunakan canting tembokan. Canting trembokan bercucuk besar. Orang yang mengerjakannya disebut “nembok” atau “nemboki”dan hasilnya disebut “nembokan”.
  • Bliriki :  Bliriki adalah nerusi tembokan agar bagian-bagian itu tertutup sungguh-sungguh. Bliriki mempergunakan canting tembokan dan caranya seperti nemboki. Apabila tahap terakhir ini sudah selesai, berarti proses membatik selesai juga. Hasil bliriki disebut “blirikan” atau “tembokan”. Kadang-kadang batikan tidak perlu ditembok. Apabila pilihannya seperti ini maka batikan sudah selesai sebelum ditembok dan dibliriki. Selanjutnya, bisa dilanjutkan dengan proses pewarnaan.
 kegiatan mencanting

Generasi penerus belajar mencanting

Proses Pewarnaan
  • Perendaman : Sebelum diberi warna kain perlu direndam dulu dengan cairan naptol agar warna bisa menempel dengan sempurna.
  • Pemberian Warna :  Kain dimasukkan dalam zat warna (alam/sintetis) sambil dibolak-balik supaya rata, kemudian didiamkan selama 15 menit. Setelah itu kain diangkat, diangin-anginkan dengan cara kain dibentang pada tali/tambang di tempat yang teduh dan dijepit. Pada pewarnaan alami, setelah kain kering pencelupan diulang minimal 3 kali.
  • Penguncian :  Dalam proses ini warna akan dikunci. Ada 3 pilihan bahan untuk proses penguncian ini, yaitu air kapur (warna akan cenderung lebih tua), tawas (warna akan cenderung lebih muda), dan tunjung (warna akan cenderung lebih tua/pekat). Bahan-bahan tersebut memberikan efek warna yang berbeda-beda meskipun zat warna yang digunakan sama. Cara mengunci: kain yang sudah diberi warna direndam dalam cairan dari salah satu bahan tersebut selama 10 menit, kemudian dicuci bersih dan dikeringkan dengan cara diangin-angin.
  • Nglorod :  Menghilangkan lilin secara keseluruhan pada akhir proses pembuatan batik disebut mbabar, ngebyok, atau nglorod. Caranya, kain yang sudah dibatik direndam terlebih dahulu kemudian dimasukkan dalam air mendidih yang sudah diberi obat pembantu berupa waterglass atau soda abu. Setelah itu, kain batik dikeringkan dengan cara diangin-angin
 
 Kegiatan mewarnai

 Kegiatan Nglorod (menghilangkan lilin secara keseluruhan)

Kain batik sudah bersih dari lilin

 Kain batik yang sudah bersih dijemur

Hasil kain batik yang sudah jadi

Hasil kain batik yang sudah jadi


Anda berminat????
Hubungi
Sdri. Ummy Kulsum Nomor HP 082-333-020-055 (WA)
Sdr Nanang Sudarmaji Nomor HP 082-244-231-830 (WA)

atau ke nomor telepon kantor 0333-713018 / 082-147-586-311 / 085-236-870-067 saat jam kerja Senin-Sabtu jam 06.00-13.30

Sebagai Informasi Sinyal HP belum bagus apabila menghubungi nomor tersebut diatas tidak bisa silahkan mencoba nomor yang lain atau melalaui Whats App (WA), Kerjsama dengan PT Mitratel anak perusahaan Telkomsel sedang terjalin dan sedang  dibangun BTS untuk memperbaiki sinyal (dalam proses)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar